Sunday, December 14, 2008

i need a fairy godmother to make me a genius right now

besok ujian proses pemisahan I
and i know nothing about extraction..

diagram segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, kurva kesetimbangan, solvent free basis.. apapun itu lah..
gak ngerti sama sekali (gak sama sekali juga sih, ngerti, tapi palingan cuma cukup untuk mengantarkan saya kepada nilai pertama saya yang kayaknya paling ngaco satu kelas)

dan kemaren saya cuma membaca diktatnya satu kali, trus tidur.. trus ngerjain bakon dengan agak males-malesan padahal saya butuh banget nilainya.. (again and again saya terkena kutukan masa lalu.. nilai B gendut gila..!!)

trus tadi malem gak bisa tidur, entah apa yang saya kerjakan tadi malam..

dan sekarang sudah jam setengah 9 malam, 12 jam menuju ujian.. dan saya masih terpaku bila melihat soal...

in desperate need of fairy godmother to make me a genius, the real genius..

Monday, December 01, 2008

beda

saya punya sebuah teori yang belum terbukti kebenarannya. hanya sebuah teori yang ada di kepala saya saat membaca postingan ini yang dibuat oleh senior saya di teknik kimia itb (dia itu cowoknya kakaknya temen saya yang secara kebetulan mendapatkan seorang batak oke sepertihalnya kakaknya mendapat batak oke pula.... apa siiih triii???) postingan senior saya ini agak kontroversial dan lebih khusus.. tapi teori saya, saya rasa lebih general..

teori 1: orang cenderung lebih suka menjalin hubungan dengan sesama..

weits jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu... maksud saya, orang cenderung lebih suka berhubungan (baik pertemanan maupun percintaan maupun pekerjaan) dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengan mereka..
contoh: kalau kita milih partner penelitian, cenderung untuk mencari yang minatnya sama. kalau kita cari pacar, kita cenderung memilih yang memiliki banyak kesamaan baik sifat, latar belakang keluarga, suku, agama, dsb

kenapa begitu?

teori 2: orang cenderung menjauhi masalah

ketika kita memilih untuk menjalin hubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita, hal yang pertama dipikiran kita adalah.. biar cocok, biar sama, biar enak...
kenapa???
kenapa harus sama, kenapa harus cocok, kenapa harus enak?
karena kita tidak ingin membuat masalah

sebenarnya adalah sebuah tindakan yang wajar untuk menjauhi masalah. tetapi ketika kita menjadi terlalu keras kepala dan hanya menginginkan adanya kesamaan, ini menjadi sebuah masalah.
kalau perbedaan yang ada justru bisa membawa kita ke tingkatan yang lebih baik, kenapa kita harus mempermasalahkan perbedaan?
cepat atau lambat kita harus menghadapai perbedaan, kita tidak hidup di dunia dimana semua hal homogen. seperti halnya tidak ada yang namanya gas ideal, dunia juga tidak ideal, terdapat heterogenitas diantara kita..
perbedaan justru dapat memperkaya kehidupan kita. saya masih yakin bahwa terdapat banyak sisi positif dari masing-masing individu yang berbeda, sisi positif ini dapat orang lain ambil sebagai pembelajarannya dalam menjadi individu yang lebih baik.

mungkin pada awalnya akan ada masalah dengan perbedaan itu, tapi bila dapat diatasi dengan sabar dan toleran, pasti masalah itu bisa diatasi..

sebenernya apa sih masalahnya dengan menghadapi masalah yang bisa terjadi?
toh, semua hubungan, baik yang berdasarkan persamaan ataupun perbedaan pasti akan memiliki masalah?